Label

Kamis, 14 Februari 2019

Bapakku Pahlawan di Dadaku


Karya: Enawati

Langkahmu merantau
Merayau di hutan-hutan masih berpayau
Di jalan berliku yang tak kau tahu tanpa ragu
Demi cemara di musim kemarau
Doamu melangit melejit di surau
Sebelum kau tinggal bumi pertiwi mengigau
Kau tak kunjung pulang dari rantau
Tersedu sedan ia merayau
Memanggil-manggil namamu

Separuh usiamu mengabdi pada cemara yang kau retas

Hingga renta memupuk cemara yang subur kau tanam tanpa pias
 di rinai hujan yang menetes

Hingga akhir hayat
tak kau lihat cemaramu mekar di tengah gersang kehidupan melarat
Aku bibit yang kau semai selalu rindu belaianmu dengan lekat
Terluka mengenang memoar yang belum terangkai terlihat pekat
dalam tangkai cemara yang mengerucut
Belum sempat mempersembahkan  benih cemara baru dari benihmu yang bersemat
Dukaku tersayat setiap memandang cemara yang kini tumbuh melangit
Yang Kau tanam dengan berpeluh-peluh keringat

Di saat tangan kekar hingga keriput dengan kuku yang aus
Bahu kekar menjadi ringkih masih semangat membara dengan ikhlas
Bapak, kaulah pahlawan yang menghidupi cemara di hidupmu yang keras
Walau pahlawan cemara tersemat di lahatmu, Aku anakmu takkan pernah puas
Karena aku berhutang banyak waktu dan kisah yang belum terangkai bersamamu di dalam bingkai yang belum kita toreh di kertas kenangan dengan pena kuas

Kini...
Istigfar tak pernah henti agar dosa dan bisa melapangkan kuburmu
Doa-doa tulus tak lepas di setiap sudut hembusan nafasku
Aku teramat ikhlas melepasmu pahlawan di dadaku
walau jasadmu di makamkan di tanah rantau yang sudah tak berpayau
Engkaulah tetap pahlawan di hati anakmu yang teramat bangga padamu

Sei Menggaris, 14 November 2018

12 komentar: