Hari libur adalah momen yang dinanti keluarga, terutama anak-anak. Demikian pula buah hati saya. Pasalnya mereka akan diberi waktu untuk menonton dan menggunakan gadget. Hampir setahun televisi dinonaktifkan dan bermain gadget dibatasi. Saya dan suami melihat dampak negatif dan pengaruhnya sangat merusak.
Putra saya yang berusia 6 tahun 1 bulan kerap menendang dan meninju menirukan film yang telah ditontonnya. Putri sulung saya berbeda lagi ia kerap menirukan gaya percakapan sinetron remaja yang telah ia tonton. Belum lagi ketika mereka sempat melihat film-film horor yang dapat menjadikan mental mereka rusak, menjadi penakut.
Dari pengamatan saya siaran televisi sekarang memang lebih banyak yang kurang mendidik. Hampir semua sinetron menyajikan cerita romansa percintaan antar lawan jenis. Kalaupun setiap siaran di cantumkan usia penonton, telah lulus sensor, dan anak harus tetap didampingi oleh orang tua tapi tetap saja ada adegan yang tidak pantas dilihat.
Fenomena tersebut merupakan satu problematika yang melanda kehidupan masyarakat di Indonesia. Kejadian ini mewakili permasalahan yang dihadapi orang tua dalam menghadapi anak. Khususnya anak yang telah menjadikan televisi dan gadget sebagai cerminan tingkah lakunya di dalam kehidupan nyata. Dan parahnya mereka sampai ada yang kecanduan oleh kedua benda tersebut.
Artikel kali ini akan membahas trik jitu mengatasi anak kecanduan televisi dan gadget. Sebelum lebih jauh mengemukakan trik-trik jitu ada baiknya kita mengetahui pengertian, fungsi, dan pengaruh televisi dan gadget.
Pengertian televisi dan gadget
Pertama, kita akan mengetahui apa pengertian televisi dan gadget. Menurut KBBI televisi adalah sistem penyiaran gambar yang disertai dengan bunyi (suara) melalui kabel atau melalui angkasa dengan menggunakan alat yang mengubah cahaya (gambar) dan bunyi (suara) menjadi gelombang listrik dan mengubahnya kembali menjadi berkas cahaya yang dapat dilihat dan bunyi yang dapat didengar.
Sedangkan gadget adalah perangkat elektronik dengan model penggunaan yang praktis dan memiliki fungsi khusus (Jurnalponsel.com). Gadget yang sering digunakan adalah gawai atau HP, tablet, laptop, IPad, kamera digital, dan HP (headshet).
Fungsi televisi dan gadget.
Fungsi televisi dan gadget hampir sama. Meskipun pada perkembangannya gadget memiliki kelebihan dibanding televisi. Mengakses informasi, menambah wawasan, hiburan, dan gaya hidup. Fungsi yang hanya dimiliki gadget adalah memperlancar komunikasi.
Pengaruh televisi dan gadget pada kehidupan khususnya anak.
Penggunaan televisi dan gadget memiliki dampak positif dan negatif. Keduanya bagai mata pisau. Jika pemiliknya mampu menggunakannya dengan baik maka pisau tersebut sangat bermanfaat. Tapi jika pemiliknya tidak paham menggunakannya. Pisau tersebut akan melukai, baik disengaja maupun tidak.
Pengaruh Positif televisi dan gadget yaitu sebagai sumber belajar anak. Selain itu dapat juga dijadikan sumber menambah wawasan bagi anak. Dan bisa dijadikan sebagai sarana hiburan.
Pengaruh negatif televisi pada anak telah di paparkan di dalam tulisan Adhi Aziz Maher di Kompasiana sebagai berikut.
1. Anak yang awalnya rajin menjadi malas karena sebagian besar waktunya di gunakan untuk menonton televisi.
2. Aksi-aksi kekerasan juga sering dilakukan akibat meniru tontonan di televisi.
3. Minat baca anak akan berkurang karena banyaknya hiburan di televisi yang hanya bisa langsung ditonton tanpa membaca.
4. Anak juga cenderung mengikuti tren-tren gaya barat sehingga menyimpang dari agama.
5. Suguhan di televisi juga menghancurkan budaya-budaya Indonesia karena lebih banyak mempertontonkan budaya luar.
6. Tontonannya juga dapat mengubah tingkah laku dan watak, dulunya anak bersikap sabar menjadi cepat emosi akibat tontonannya.
Di dalam artikel tersebut memberikan dua solusi yaitu meminimalkan waktu menonton televisi dan membatasi hanya menonton program-program tertentu. Dan kedua menyarankan kepada pemerintah untuk lebih keras membatasi tayangan televisi.
Sedangkan pengaruh gadget yaitu sebagai berikut.
1. Paparan radiasi gadget sangat berbahaya bagi kesehatan.
2. Gadget dapat membuat anak ketergantungan sehingga mereka bisa tumbuh menjadi anak-anak dengan sifat tertutup dan tidak mempunyai kemampuan bersosialisasi yang baik.
3. Gadget bisa menjadi pemicu rasa tertekan, gangguan bipolar dan autis.
4. Anak-anak bisa mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.
5. Saat bermain, anak-anak cenderung lupa waktu. Apalagi jika terlalu asyik main games. Hal ini tentu saja bisa mengganggu waktu tidurnya.
6. Awalnya, membelikan gadget agar dimanfaatkan anak saat mencari informasi terkait tugas sekolah. Tapi, ia tidak sengaja membuka situs pornografi atau situs lain yang mempertontonkan tayangan yang tidak seharusnya ia lihat. Nah, pengaruh tayangan ini bisa berdampak negatif pada anak.
Trik jitu mengatasi anak kecanduan televisi dan gadget.
Trik yang akan diutarakan ini adalah trik-trik yang penulis gunakan pada anaknya sendiri. Dulunya anggota keluarga merupakan penonton yang dikategorikan berat yaitu menonton lebih dari 4 jam sehari. Saat ini Alhamdulillah, sudah terbebas dari menonton dan penggunaan gadget pada buah hati.
1. Komitmen antara Ayah dan Ibu.
Orang tua juga harus berkomitmen untuk tidak menonton ketika memberi arahan kepada anak. Sebisa mungkin untuk tidak meletakkan televisi di kamar, baik di kamar anak maupun di kamar sendiri. Demikian juga gadget, Ibu dan ayah harus bersepakat tidak memberikan ke anak. Gadget ibu dan ayah harus aman dari jangkauan anak.
2. Membatasi waktu untuk menonton atau menggunakan gadget.
Bisa dilakukan hanya sejam sehari dan pada program tertentu yang mendidik. Setelah sebulan tingkatkan lagi aturannya menonton hanya sekali dalam seminggu yaitu di hari libur.
Demikian juga gadget. Anak harus diberikan waktu dan gadget tersebut tidak tersambung dengan jaringan internet. Aplikasi juga harus disepakati bersama. Misalnya hanya menggunakan aplikasi pemotretan atau game-game yang mendidik.
3. Padatkan waktu untuk melakukan hal-hal positif di rumah.
Hal ini dapat dilakukan mengajak anak bermain bersama orang tua. Mengajak untuk melakukan hal-hal positif seperti memasak, membersihkan rumah, menanam atau menyiram bunga, membersihkan halaman, menulis hal-hal yang menyenangkan, menulis kegiatan apa yang ingin lakukan, atau menghias kamar. Hal ini dilakukan dengan hanya melibatkan mereka minimal mereka antuasias melihat kita melakukan hal-hal positif tersebut.
4. Perkenalkan atau mengajak anak bermain tradisional di rumah.
Permainan tradisional Seperti bola bekel, petak umpet, tepuk-tepuk yang ada nyanyiannya,
bermain pesawat-pesawat atau perahu dari kertas bermain peran contohnya masak-masak, jual beli, dan lain-lain. Jika perlu ikutlah bermain bersama anak.
5. Luangkan waktu untuk anak.
Meluangkan waktu bercengkrama bersama anak sangatlah penting. Selain bisa mengajak anak berbagi cerita. Orang tua juga dapat memberikan penjelasan mengapa mereka tidak bisa menghabiskan waktu hanya dengan menonton televisi dan bermain gadget.
6. Hindari memarahi anak jika kondisi rumah berantakan.
Rumah akan cenderung berantakan jika mereka dibiarkan bermain yang positif di rumah. Misalnya, batu, main, peralatan bermain anak senantiasa berhamburan. Jika hal ini terjadi maka ajak anak membersihkan dan merapikan mainan bersama-sama.
7. Ajak anak menyediakan peralatan main sendiri.
Mengajak anak menyediakan peralatan main sendiri memiliki sensasi keseruan tersendiri. Selain mengajarkan anak untuk kreatif mencari dan menemukan. Waktu mereka juga habis dengan tidak mengingat televisi dan gadget.
Peralatan bisa berupa kertas, karton, batu, kayu bekas, botol bekas, plastik bekas atau peralatan lainnya yang di gunakan oleh anak.
8. Berikan waktu anak untuk bermain di luar.
Waktu terbaik yang bisa digunakan anak untuk bermain di luar adalah sore hari. Setelah
Demikianlah trik jitu yang bisa digunakan oleh orang tua untuk mengatasi anak yang kecanduan menonton televisi dan menggunakan gadget. Semoga bermanfaat.
Sumber:
https://raniyuliandani.wordpress.com/2009/05/26/pengaruh-televisi-terhadap-perkembangan-anak/
http://ulilfazmi.blogspot.com/2015/02/pengaruh-televisi-terhadap-sosial.html?m=
https://www.kompasiana.com/abhieammm/597055b6da1e4a35a24b22d2/dampak-televisi-bagi-masyarakat-khususnya-anakanak-di-indonesia?page=all
Parentinganak.com.



Mantap. Keren.
BalasHapusTerima kasih pak... Salam kenal blogger๐๐๐
HapusBoleh bha....
BalasHapusYa iyalah
Hapus