Perbincangan hangat mengenai berita presiden RI kaget. Saat mengetahui masih ada gaji honorer 300 dan 500 ribu.
Sebagai mantan honorer saya juga merasa heran. Bisa-bisanya pak Presiden baru tahu jika gaji honorer masih ada yang demikian. Lalu saya pun memposting kembali berita tersebut. Dan melanjutkan pertanyaan, bagaimana honorer yang tinggal di pelosok, tentu kebutuhan hidup dan biaya perjalanannya juga tinggi.
Dari postingan itu banyaklah yang memberikan komentar. Amazing...semuanya memberikan komentar yang kontra. Tapi kemudian sebuah pernyataan yang membuat perbincangan menjadi perdebatan.
Pernyataan datang dari pak asnan
(Hahahhaa Masih ada yg 300 ribu dan dengan bodohnya dia masih mau mengajar.
Itulah kenapa presiden kaget.)
Pernyataan tersebut banyak yang menuai komentar. Diantaranya komentar Ibu Darma yang langsung memberikan contoh kongkret yang di temukan di lapangan. Ibu Darma mengemukakan bahwa di NTT masih ada guru yang di gaji 150 ribu. Mereka mau bukan karena bodoh tapi karena tidak ada pilihan dan di sana masih kekurangan guru. Jadinya guri di sana selain mengajar juga bekerja sebagai petani, pedagang,....
Lama berselang masuklah komentar pak Hery yang mempertanyakan komentar pak Asnan yang terdapat kata "bodoh"...setelah itu saya tidak tahu lagi apa komentar-komentar selanjutnya karena jaringan yang kurang bersahabat.
Karena BETE dengan jaringan lebih baik saya mengolah PETE. Pete atau petai yang sudah lama saya idamkan. Karena pak Suami kurang menyukai makanan yang mengandung gizi makro lengkap ini, saya tidak pernah meminta dicarikan. Meski ngidam saya masih bisa memendam keinginan. Beberapa bulan lalu melihat postingan pak kum sahabat menulis di SMA membuat saya ngiler.
Malam ini Alhamdulillah...bisa menikmati PETE. Ia datang dengan sendirinya. Meski KAGET dengan anugrah yang Allah berikan membuat saya lupa mengenai berita viral kagetnya Presiden baru mengetahui gaji guru honorer. Terima kasih bu Ranti. oleh-olehnya dari Sulsel.
Pagi masih sangat awal, pukul 6.15 WITA saya kembali mengolah sisa petai. Sensasi kelezatannya sungguh luar biasa. Apalagi dibuat sambal dan dicampur udang. Bagi yang tidak menyukai pete saya bisa memberikan gambaran kelezatannya mirip dengan kacang mente yang diolah bersama coklat. Perpaduan yang sangat serasi. Atau Perpaduan coklat dan susu.
Em...mumtaz... Cek percek, ternyata salah satu manfaat petai adalah dapat mencegah mual pada ibu hamil. Jika tahu demikian sudah lama saya merengek ke pak suami untuk di carikan. Meski paksu tidak suka, kan ada alasan.

Nice info gan
BalasHapusTerima kasih gan🙏
HapusBagus infonya gan
BalasHapusTerima kasih gan
BalasHapus