Label

Kamis, 07 Februari 2019

SERPIHAN KEKACA DI TAPAL BATAS

Karya : ENAWATI

Menyisir rambut setengah basah sambil berkaca
A
Mendengar sesayup suara bass anak yang mulai akil balig
Suara memelas hampir tak terdengar
Meminta restu mencari uang ringgit di tengah hidup yang himpit
Suara ia naikkan setengah oktaf
Tak punya sekolah bisa kerja
Dengan sekolah pun tak dapat duit

Mata sayu menoleh ke kaca
Kita bebas di negeri ini anakku
Tak ada pengikat duli tuanku
Tak ada rasa takut saat cekking
Tak ada kelimpuyungan mencari tempat bersembunyi saat polis menggerebek
Tak ada siluet ketakutan di wajah saat membeli belah di tanjung
Tak ada rasa was-was saat menikmati teh tarik dan sedapnya martabak di restoran

Jemari kaku dengan kuku-kuku rusak karena sabun cuci
Menyapu bedak di wajah yang berkerut
Anakku tidakkah kau melihat
Anak terpisah dari orang tuanya
Kakak tak berjumpa adiknya
Kakek tak mengenali cucunya
Dan sanak tak terangkai dengan saudaranya
Sekali kau melangkah di tapal batas sulit kau kembali 
Inginkah kau seperti mereka yang terpisah dengan orang yang terkasih?

Anak akil balig kurang berakal ikut berkaca
Apa yang harus ku banggakan di sini?
Hasil taniku dibawa jauh dari tapal batas
Dijual dengan harga murah
Dan kemudian kerabatku membeli dengan harga mahal
Di sini, pangan negeri tak komplit
Konon penghasil beras terbanyak
Tapi beras yang dikonsumsi beras nasional Malaysia
Apalagi yang harus ku senangi?
Saat bertamu ke sana
Kudisambut di kastam diraja Malaysia
Dengan bengis tanpa senyum manis
Padahal mereka saudaraku sesuku yang hanya berubah menjadi orang tempatan Malaysia

Dengan tangan gemulai merangkul anak akil balig sambil menatap kaca
Kita masih punya satu anakku…
Rasa cinta pada negeri kita
INDONESIA

Sei Menggaris, 25 Nopember 2016

 

16 komentar:

  1. Mendalam sekali artii puisinya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih... Sudah mampir... Mudah-mudahan tetap bisa berkarya dan puisi bisa bermanfaat.

      Hapus
    2. Sukses trus dan shat slalu bu🙏

      Hapus
    3. Terima kasih nak... Doa sukses dan sehat selalu juga untukmu nak...
      Dinanti kunjungan berikutnya

      Hapus
  2. Balasan
    1. Terima kasih...sayangku...mudah2an kita tetap di beri inspirasi oleh Allah dalam berkarya

      Hapus
  3. Keren������...
    Kesan tapal batas dan perantuan tergambarkan, dari sisi anak polos, dari rumitnya situasi di negeri tetangga, lika liku di negeri sendiri dan rasa cinta pd ibu pertiwi

    BalasHapus
  4. Terima kasih...mudah2an bermanfaat... Dan jadi inspirasi bagi kita yg tinggal diperbatasan

    BalasHapus