Hai, hai, haaaaiiii .... Minggu lalu saya menulis mengenai "Tetap Eksis Karena Manfaat", kisah saya bersama PL. Nah, minggu ini saya dan komandan lainnya ditantang menyelesaikan Misi 2 Asik, yaitu menyelesaikan 3 masalah dengan menuliskan penyelesaiannya.
Minggu ini kami disajikan materi GBHM, loh. Kira-kira ada yang tahu kepanjangan GBHM? GBHM akronim dari Garis Besar Haluan Markas. Jadi, GBHM itu merupakan nama lain dari code of cunduct komunitas pejuang literasi. Code of conduct adalah kode etik atau pedoman perilaku berupa beberapa aturan yang di buat, dipahami, dan disepakati hingga menjadi komitmen bersama.
Nah, setelah selesai materi GBHM tersebut kita diberikan tantangan untuk menyelesaikan misi asik 2. Berikut masalah yang harus dipecahkan untuk menyelesaikan misi 2.
1. Menjadi member pejuang literasi, namun, selalu saja terlambat mengikuti kegiatan online di WAG markas. Apa yang harus dilakukan?
2. Menurut pasukan, jika ada komandan yang hanya menjadi "silent readers" di WAG teritori, apa yang akan pasukan lakukan?
3. Ketika ternyata bertemu dengan banyak komandan, beberapa diantaranya memiliki profesi atau mungkin hobi yang sama (selain menulis).
Bolehkah membuat WAG tersendiri untuk kepentingan tersebut?
Menurut pasukan, jika hal tersebut dilakukan oleh komandan lain apakah itu etis?
Dan apa yang akan komandan lakukan?
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, saya inginmebaca "basmala" terlebih dahulu. Jika jawaban saya salah atau kurang tepat itu murni karena saya memang hanya manusia biasa. Jika jawaban saya memiliki kebenaran itu datangnya dari Allah. Kok, jadi deg-degan ya jawabnya. 😅
Pertanyaan nomor satu, menjadi member pejuang literasi, namun, selalu saja terlambat mengikuti kegiatan online di WAG markas. Apa yang harus dilakukan?
Menurut saya, kita harus menertibkan. Pada materi GBHM point pertama itu membahas mengenai ADAB. Saya mengutip cerita mengenai adab yang disampaikan oleh Ndan pemateri yang sangat menginspirasi berikut.
Adab memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam menuntut ilmu, terihat dari kisah Abdurrahman bin Qasim, salah satu murid Imam Malik, ia bercerita bahwa, "aku mengabdi kepada Imam Malik selama 20 tahun, 2 tahun diantaranya untuk mempelajari ilmu dan 18 tahun untuk mempelajari adab. Seandainya saja aku bisa jadikan seluruh waktu tersebut untuk mempelajari adab (tentu aku lakukan)."
Nah, penuntut ilmu itu harus mendahulukan adabnya. Jika komandan sering saja terlambat berarti masih perlu diperbaiki adabnya. Mari menjadi baik, kita menuntut ilmu, kita harus tiba sebelum guru kita.
Masing-masing kita memiliki kesibukan sendiri. Jika hal ini terjadi, kita bisa mengomunikasikan. Bisa izin atau semacamnya. Yang penting tidak terlambat melulu.
Yang dilakukan bisa juga dengan menyebarkan daftar hadir terlebih dahulu. 15 menit sebelum masuk ke materi. Agar para komandan mengingat bahwa harus hadir sebelum materi dimulai.
Pertanyaan yang ke-2, Menurut pasukan, jika ada komandan yang hanya menjadi "silent readers" di WAG teritori, apa yang akan pasukan lakukan?
Yang akan saya lakukan adalah memberikan pertanyaan yang bisa memancing untuk semua komandan agar bisa berkomentar. Jika tidak berhasil, tidak apa-apa menyebutkan nama komandan.
Pertanyaan ke-3, Ketika ternyata bertemu dengan banyak komandan, beberapa diantaranya memiliki profesi atau mungkin hobi yang sama (selain menulis).
Bolehkah membuat WAG tersendiri untuk kepentingan tersebut?
Menurut pasukan, jika hal tersebut dilakukan oleh komandan lain apakah itu etis?
Dan apa yang akan komandan lakukan?
Menurut saya boleh saja membuat WAG tersendiri, hal tersebut merupakan hak azasi manusia. Tetapi jika dengan membuat WAG menjadikan PL terganggu atau komandan tersebut menarik banyak komandan lainnya dan mereka lebih fokus pada hobi mereka itu, ya, itu sudah tidak etis, sih.
Yang saya lakukan selanjutnya adalah Wapri dan menegur apa yang dilakukannya itu tidak etis menurut PL.
Demikian jawaban saya terhadap pertanyaan misi asik 2. Semoga bermanfaat.
Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Tetap semangat!
Maa syaa Alloh, keren Ndan 😊
BalasHapus