Saya menggunakan metode yang telah diajarkan Cikgu, Ndan Hessa. Metode Mind Maping.
Metode Mind Maping:
1. Di rumah
2. Hal positif
3. Bonding keluarga
4. Berjamaah
5. Bahagia
Sejak menyebarnya Covid-19 hampir ke seluruh dunia, masyarakat dunia diimbau tetap berada di rumah. Meski berada di rumah banyak hal positif yang tetap bisa dilakukan. Sala satunya memperkuat bonding keluarga. Salat berjamaah juga bisa dilakukan selama dirumah. Berjamaah bersama seluruh anggota keluarga. Terakhir, tetaplah merasa bahagia meski berada di rumah.
LOCKDOWN
Oleh: Enawati Muh. dahlan
Novel virus Corona menggemparkan masyarakat Kota Wuhan Provinsi Hubei, Cina. Awal di temukannya virus tersebut di sebuah pasar. Menurut beberapa sumber dari sebuah pasar yang menjual berbagai hewan liar. Binatang itu dijual untuk konsumsi manusia.
Awalnya menonton berita, mengira bahwa virus itu hanya akan berada di Cina Wuhan. Karena WNI beberapa kali di tes semua dinyatakan negatif. Hingga seorang warga Depok terinfeksi. Wanita berusia 30-an itu pascakontak dengan teman lelakinya orang Jepang yang tinggal di Malaysia. Gadis itu berprofesi sebagai guru dansa.
Tidak menyangka virus itu akan sampai ke Indonesia. Gubernur DKI melockdown Jakarta. Disusul pemerintah pusat dan daerah. Hingga imbauan di rumah saja untuk memutus mata rantai virus Corona.
Selama lockdown banyak hal baik yang dilakukan. Tiga hari awal di rumah anak-anak merasa bosan mereka selalu meminta untuk bermain di luar. Setelah beberapa hari baru terbiasa.
Sebetulnya, keluarga saya sudah latihan lockdown sebelumnya. Qadarullah libur semester lalu dua minggu kami hanya di rumah. Menahan diri agar tidak kontak dengan orang luar.
Kami sekeluarga terjangkit sakit mata. Awalnya si kecil, baby Syafiq. Lalu si kakak dan abang, terus menjangkiti saya, terakhir Abi juga tetinfeksi. Kami sebisa mungkin tidak keluar rumah.
Tidak mudah karena musim libur. Anak-anak merengek minta keluar berlibur. Apa daya hingga libur berakhir sakit mata Abi belum sembuh.
Saat lockdown Covid-19 banyak hal positif yang dilakukan. Memperkuat bonding salah satunya. Di rumah salat lima waktu berjamaah. Anak-anak subuh sudah bangun meski hanya di rumah.
Jika jenuh mereka diizinkan bermain kelereng, bekel, lompat tali, dan bermain badminton di dalam rumah. Si Kakak belajar membuat video youtube. Si Abang yang biasanya cuek menjadi rajin belajar.
Anak-anak juga semakin rajin membaca. Hampir semua buku anak telah dibaca si Kakak dan Abang. Bosan membaca buku biasanya mereka seru-seruan bermain peran. Hingga si bayi Syafiq pun ikut mendapatkan peran.
Sebulan berada di rumah tetap bahagia. Semua anggota keluarga tetap menikmati. Semoga Covid-19 segera berakhir. Kita dapat mengambil sisi positifnya. Meski tahun ini hanya bisa tarwih dan lebaran di rumah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar