Label

Senin, 04 Februari 2019

KAPURRUNG


By Bunda Ena


Masyarakat Indonesia di kenal dengan keramah tamahannya. Selain itu, sikap kegotongroyongan juga masih melekat. Hingga kini, sikap gotong royong itu tetap ada meski sedikit tergerus oleh modernisasi.

Sikap gotong royong, berkumpul-kumpul sambil melakukan sesuatu bersama masih sering dilakukan. Salah satu contohnya pada masyarakat Sulawesi Selatan khususnya suku Bugis yang berada di rantauan melakukannya hari ini di rumah saya.

Ingin melihat keseruannya, ayo ikuti terus cerita saya.

Pukul 9 pagi saya mendapat chat dari adik yang mengajar di SD.

[Bu...kita buat kapurrung yok....😁 kalo mau kami go iniπŸ˜‚]

(iya mau...ke sinilah. Beli bahan di ruko dulu, masuk buku atas nama Abinya Kiya)

***

Acara kali ini personilnya sebagian Ibu-Ibu SDN 1 dan SMP 1 Sei menggaris. Mereka sangat antuasias untuk mangacara kapurrung. Mangacara adalah kegiatan kumpul-kumpul yang di adakan dalam rangka membuat suatu makanan yang nantinya akan di santap bersama.

Kapurrung adalah salah satu makanan tradisional dari Sulawesi Selatan, khususnya daerah Palopo. Di Luwuk yang tidak jauh dari Palopo menyebutnya dengan Pugalu atau Bugalu.

Makanan tradisional yang mulai terkenal ini terbuat dari tepung sagu dan campuran sayuran. Di daerah Sulawesi Tenggara juga di kenal dengan sinonggi.

Cara pengolahannya hampir sama. Yaitu sagu di cairkan dengan sedikit air. Diaduk hingga tidak ada yang menggumpal setelah itu di masukkan air mendidih ke dalamnya dan diaduk lagi hingga berwarna bening.

Ada pula yang memanaskan air di wajan atau periuk setelah mendidih baru campuran tepung sagu tadi dimasukkan ke dalam air yang telah mendidih tersebut.

Kapurrung biasanya di campur dengan ikan, udang, ayam dan kacang. Sayur yang digunakan biasanya kacang panjang, rebung, jantung, pisang, kangkung, bayam atau sayur lainnya.

***

Sebelum berangkat ke rumah, genk Ibu-Ibu guru ini hanting bahan di mall kebanggaan kami di sini yaitu roku. Mereka hanya berhasil mendapatkan kacang panjang, kangkung, ikan dan ikan sardin. Mereka kurang beruntung karena udang baru saja habis. Padahal mencampur udang ke dalam kapurrung sangatlah nikmat.

"Apa boleh buat" istilah orang di sini yang hidup serba terbatas, maklum daerah perbatasan.😁

Sesampai di rumah mereka langsung beraksi. Ada yang memotong-motong kacang panjang, ada pula memotong kangkung. Saya sebagai tuan rumah lebih memilih membersihkan ikan untuk di masak. Sayur bayam dan jeruk di perik di kebun samping rumah.

Setelah itu, ada yang mengolah bahan utamanya. Kami menggunakan tepung tapioka alias kanji. Karena tidak menemukan tepung sagu. Orang di sini,  berpendapat bahwa tepung kanji lebih mereka sukai daripada tepung sagu. Alasannya karena tepung kanji tidak memiliki aroma (lain) khas seperti tepung sagu.

Tahap pertama, di lakukan dengan mengolah tepung kanji.
Tahap kedua menggoreng kacang tanah.
Tahap ketiga memasak ikan.
Tahap keempat memasak sayur.
Tahap kelima membuat sambal.

Dalam penyajiannya orang Palopo, Luwuk, dan Tolaki (orang Sulawesi Tenggara) lebih menyukai semua bahan di pisah. Olahan tepung sagu terpisah dari sayur dan ikan.

Pada penyajiannya kami lebih suka mencampur semua bahan. Setelah sayur matang, olahan tepung kanji di masukkan, lalu ikan sardin yang di tumis sebelumnya bersama kacang yang telah di haluskan di masukkan pula. Tambah garam, penyedap rasa, dan gula. Jadi deh...

Jika ada yang belum mengetahui pengolahannya berikut akan saya ulas resepnya. Bahan kapurrung di sesuaikan dengan bahan yang tersedia di tempat masing-masing pengolah.

RESEP KAPURRUNG
(Ala Ibu-Ibu Sei Menggaris)

Bahan:

1. Tepung sagu atau tapioka secukupnya
2. Sayur campuran
3. Ikan, udang, ayam, atau ikan sardin
4. Kacang tanah
5. Bahan untuk sambal (cabe rawit, terasi, dan tomat)

Cara membuat:

1. Pengolahan tepung sagu. Tepung sagu di campur dengan sedikit air hingga tidak ada yang menggumpal. Lalu di masukkan ke dalam air panas yang telah dididihkan sebelumnya. Diaduk hingga berwarna bening. Lalu di sendok sedikit demi sedikit ke dalam wadah lain yang telah diberi air dingin.

2. Masak ikan. Ikan di campur air asam jawa, garam, penyedap rasa, kunyit bubuk, lalu di beri air.

3. Goreng kacang tanah. Haluskan.

4. Memasak sayur bening. Didihkan air masukkan kacang panjang, setelah setengah matang masukkan sayur berdaun. Beri garam, gula, dan penyedap rasa.

5. Sambal. Olah sambal sesuai selera. Lebih nikmat sambal tomat mentah.

6. Tumis ikan sardin dengan bawang merah dan putih. Aduk-aduk, ikan sardin di hancur-hancurkan lalu masukkan cakang tanah yang telah di blender atau di tumbuk.

7. Masukkan olahan tepung sagu, tumis ikan sardin ke dalam sayur matang, aduk-aduk, cek rasa.

8. Sajikan kapurrung bersama sambal dan ikan masak.

Selamat menoba..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar