Label

Senin, 29 April 2019

Catatan Buah Hati 10 Hasil Lomba sebagai Pembelajaran

By Bunda Ena


Hah... Rupanya saya berhutang cerita mengenai hasil lomba yang KK ikuti. Kemarin saya berjanji akan memberitahu hasil lombanya. Baiklah, saya akan penuhi perkataan tersebut. Yo', ikuti saja ceritanya.😊😁

Hari kedua pelaksanaan lomba diadakan di mesjid. Acaranya digelar sejak pukul 8 pagi. Dengan agenda lomba pidato tingkat TK, SD, dan SMP. Selain itu lomba tilawah dan tahfidz tingkat SMP dan SMA.

Penutupan dan pembagian hadiah dilaksanakan setelah sholat Dzuhur. Saya tidak mengetahui pasti jalan acaranya karena memang tidak berada di sana sewaktu acara diadakan.

Cukuplah cerita KK yang menggambarkan acaranya. Tidak banyak juga yang ia cerita pasalnya kami menghindari perayaan tersebut.

Sepulang dari mesjid KK membawa dua amplop putih. Rupanya amplop tersebut berisi hadiah atau uang pembinaan yang menjadi pemenang dalam lomba tersebut.

Alhamdulillah, KK juara III baik dalam kategori lomba hafidzah maupun tilawah. Alhamdulillah doa saya diijabah oleh Allah. Sejak mendengar akan diadakan lomba hafalan surah dan tilawah doa saya berikan hasil terbaik bagi KK. Dan juara III itulah yang terbaik baginya.

Artinya ia dituntut untuk menghafal dan memperbaiki hafalannya lagi. Sebenarnya jika dilihat memang ia telah melakukan yang terbaik. Kelas rendah hanya tiga orang yang mengikuti lomba. Satu orang dari kelas 1 SD, ia adalah sahabat KK, Ilmi.

Ingatkan dengannya? Tidak jarang saya bercerita menyebutkan namanya. Ia juga anak hebat karena tidak gentar melawan kakak kelasnya. Salut untukmu nak. Meski lomba kali ini ia tidak menyabet gelar juara. Tahun lalu ia sempat juara dikategori hafalan.

Juara pertahana yang patut diacungi jempol adalah teman sekelas KK, Diani. Sempat di cerita saya menyebutkan bahwa ada baiknya jika anak-anak ini dilejitkan potensi yang mereka miliki. Dialah orangnya. Teman sekelas KK.

Potensi mereka dibingkai dalam kolaborasi bukan persaingan. Tahun lalu ia mendapat juara satu lomba pidato mengalahkan kakak-kakaknya. Tahun ini ia mendapatkan juara satu kategori tilawah dan juara dua hapalan surah.

Sebenarnya ia juga ikut lomba pidato. Tapi tidak mendapatkan juara karena menurut informasi dari KK peserta hanya bisa mengikuti dua kategori saja.

Saya mengenal Ibunya Diani. Ia adalah seorang ibu-ibu juara. Ia mendampingi anaknya secara totalitas. Melatih anaknya dengan baik.

Ada kekhawatiran yang menyeruak di hati saya. Apakah caranya memotivasi anak bukan obsesi semata ingin menjadikan anaknya juara. Saya merasa kasihan jika demikian. Anaknya tergolong anak cerdas. Coba potensinya itu dibiarkan mengalir apa adanya.

Mengapa saya mengatakan demikian karena awalnya menurut penuturan KK temannya itu hanya mengikuti dua lomba. Lomba pidato dan hapalan. Tapi pada saat lomba ia mengikuti ketiganya.

Kasihan juga ia sudah berlatih pidato dengan giat tapi perolehan juaranya bukan di kategori itu. Dan lagi-lagi menurut KK penampilan  berpidato Dianilah yang terbaik.

Sebagai orang tua, banyak yang perlu dijadikan pelajaran dari ajang lomba semacam ini. Bukan hanya anak yang perlu belajar tapi orang tua dan pendidik juga. Hendaknya kita selalu berlapang dada mengenai perolehan juara.

Tujuan awal dari lomba bukan hanya untuk melihat siapa yang juara. Tapi lebih kepada menjadikan anak cinta Al Quran. Anak termotivasi untuk terus menghapalkan dan mengamalkan isi Al Quran.

Sei Menggaris, 3 Maret 2019

#KMSaskia
#Day19
Saskia Ratry Arsiwie

Tidak ada komentar:

Posting Komentar